Membangun semangat juang , mulai dari sini!

ban1.jpg
Ada sesuatu yang menarik ketika sore yang dihiasi hujan yang cukup lebat itu ( tepatnya 21 mei 2007 kemarin ), fighter-fighter dari KAMMI segenap komsat ( Komisariat UNTAN, STAIN dan KOTA ) berkumpul dalam acara open house sekaligus tausiyah dari qiyadah tertinggi yang tak lain adalah Ketua KAMMI Daerah Kalimantan Barat akhina Abdul Azis.. kebetulan sore yang agak ‘gelap’ itu ( gelap karena cuaca ) merupakan sore bagi segenap PH Komsat dan KAMDA tuk bertemu skalian momen silaturahim. Maklumlah…..abis pindahan sekre ato base camp baru. Base camp yang lumayan ‘lega’ karena cukup luas dan lapang itu ternyata cukup memberikan ruh baru juga bagi para fighter ( baca : kader ). hehe..yah ‘pemandangan’ yang menyejukkan turut mempengaruhi suasana hati juga, ternyata.

Memang komunitas ini sungguh menyenangkan dan menenangkan. Kalo dulu awalnya aku sempet males ngeliat tampilan-tampilan mereka yang (mungkin) sangar…nah lho ternyata sekarang aku sudah menjadi dua tahun bagian dari mereka.

“Jadikan KAMMI Kalbar diperhitungkan..sinergiskan keinginan komsat dengan KAMDA, citrakan KAMMI sebagai organisasi Sospol, kuasai isu-isu politis di wilayah kampus dan kota…”

SubhanalLah..banyak sekali PR besar yang harus segera dilaksanakan segenap kader, yang berpedomankan Allah Ghoyatuna– Rasul qudwatuna–alquran dusturuna–jihad sabiluna dan almautu fi sabililLah asma amanina– ini.

Amanah besar juga menuntut ke-itqonan- yang balance.G lucu dunk, penampilan sholeh tapi ternyata g profesional?? (wah….jangan ada yg tersinggung)..disinilah peran penting sosok figur yang bisa memberikan pencerahan dan tauladan positif buat manusia-manusia lainnya…Ayo dong..pleeeaaase…datanglah engkau tauladan..kami sungguh merindukan orang-orang ‘berpenampilan perkasa nan menyejukkan” yang mampu berdakwah bil hal tanpa ngomong doank, wang,wang…sehingga segala gerak-geriknya memang pantas to dijadikan referensi bagi yang lain (terutama yang minim ilmu kayak saya…hehe)

Ternyata dakwah itu berat ketika banyak pengorbanan yang harus dipersembahkan.Mahar cinta hanyalah pengorbanan…so ngga mungkin kita mengaku bahwa kita muslim tanpa pembuktian dalam bentuk ‘lolos sertifikasi’ ujian versi Allah wa jalla. Bro, sist…syurga itu mahal !! mana ada sorga murah..duwh..kadang jadi malu sendiri ternyata hal-hal yang selama ini saya anggap sebagai “berkorban” ternyata belumlah apa-apa…

“Apakah manusia menyangka akan dibiarkan berkata kami beriman, padahal mereka belum diuji. Sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum kamu”. (Al-Ankabut :2)

Berkaca dari para Nabi, ternyata merekalah yang yang paling berat ujiannya! Bagaimana bisa demikian?karena semakin tinggi kadar keimanan seseorang, maka juga akan semakin beratlah badai ujian yang harus di hadapi…

RasululLah pernah ditanya, siapakah yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab,”Para Nabi dan mereka yang mengikuti jejak mereka..”

Nah…sekarang mari kita merenung-renungi diri kita. Kita hitung-hitung lagi kadar pengorbanan dan kesulitan hidup yang telah kita lewati… Itulah harga dari’keimanan’ kita..Dan itulah yang menunjukkan SIAPA kita..

Balik lagi ke amanah-amanah yang harus Fighter KAMMI pikul berdasarkan pesan dari Akh Azis diatas…maka ikhwah FilLah…ayo kita bangun semangat juang…mulai dari sini! dari sebuah rumah keluarga,base camp KAMDA Kalbar..Kita tunjukkan siapa kita sebenarnya di hadapan Allah…siap-siaplah berjuang…dan siap-siaplah banyak berkorban waktu,air mata dan darah…demi kejayaan Islam yang kita damba-dambakan…

( Karena ujian adalah penebus dosa..dan penyaring mutu kita dihadapan Allah Azza wa jalla..ia adalah syarat bagi datangnya kemenangan islam dan sebagai harga dari sebuah surga..)

& Komentar »

  1. cool berkata

    KARENA TIADA HARI YANG SAMA DENGAN HARI INI

    Jadikanlah hari-harimu
    Laksana kaca-kaca kristal
    Berkilau dilihat orang
    Dari sudut manapun ia menatapnya

    Jadikan lah hari-harimu
    Bagaikan butiran-butiran mutiara
    Putih dilihat orang
    Walaupun asalnya dari dasar lautan yang kelam

    Jadikanlah hari-harimu
    Bercahaya laksana matahari
    Memberi kesejukan di pagi hari
    Menerangi jalan banyak manusia disiang hari
    Dan mengembalikan kedamaian di sore hari

    Jadikanlah hari-harimu
    Lembaran-lembaran data yang bernilai tinggi
    Yang jika ditawar oleh siapapun juga
    Takkan ada satupun yang mampu membelinya

    Karena orang beriman sesungguhnya telah dibeli oleh Allah [ BUYA HAMKA ]

    COOL, 6 JUNI 2007

    SYUKRAN COOL..
    Taburan-taburan kata antum begitu menggugah
    Seakan-akan antum tau kondisi ane dan seperti apa ane
    Tp…ngmng ngomong cool tuh sapa, ya?

  2. RIO RAMABASKARA berkata

    Ketika Mahasiswa menggaungkan diri sebagai sebuah Icon perubahan, maka sudah selayaknya mahasiswa merealisasikannya dalam sebuah perjuangan, baik pada tataran akademis maupun pada tataran praktis. Di sadari ataupun tidak hari ini ketika kita berbicara masalah seorang ‘pejuang mahaiswa’ yang kemudian kita sebut sebagai aktifis, maka yang muncul pada benak masyarakat adalah sebuah sindrom ‘Phobia terhadap aktifis’, hal ini diakibatkan karena ulah segelintir aktifis yang sebenarnya tidak memahami hakikat dari perjuangan mahasiswa itu sesungguhnya.

    Aktifis dicitrakan sebagai orang yang sangat Aktif, namun sayang karena keaktifannya itulah yang menyebabkan perhatiannya terhadap masyarakat menjadi tipis. Selain itu juga aktifis senantiasa di identikkan dengan kuliah yang lama, pakaian yang asal-asalan, cenderung frontal, dan dan lapangan pekerjaan yang tidak jelas. Sehingga muncul lah sindrom rendah diri yang menjangkiti para mahasiswa untuk menerima gelar sebagai seorang aktifis.

    Anggapan miring tentang seorang aktifis kian menjadi, ini masih dikarenakan oleh segelintir aktifis karbitan, hal ini dapat dilihat dari kegiatan demonstrasi yang mereka lakukan. Mereka menggaungkan perjuangan atas nama rakyat, namun pelaksanaannya nihil, mereka cendrung melakukan aksi demonstrasi yang tidak layak dikatakan sebagai sebuah perjuangan mahasiswa seperti mengganggu ketertiban umum, anarkis, mengeluarkan kata kata kotor dalam tiap aksi yang mereka lakukan, bahkan tidak jarang mereka melakukan aksi demonstrasi tanpa mengantongi surat izin.

    Inilah sebenarnya tugas besar para rekan rekanku sesama aktifis, untuk kita kembalikan citra mulia seorang aktifis, sehingga Aktifis bukanlah hanya sekedar aktifis, namun aktifis adalah seorang yang karena keaktifannya dapat menepis semua anggapan miring tersebut. Dan kembali membuktikan kepada masyarakat bahwa aktifis adalah para pejuang suci.

    Saya pernah mengikuti aksi demonstrasi, baik dengan jumlah massa puluhan, ratusan, bahkan ribuan, namun kami dapat buktikan kepada masyarakat bahwa aksi kami adalah benar benar aksi damai, aksi simpatik, dan aksi yang santun. Itu semua tidak akan bisa lepas dari Management aksi yang dikelola secara professional, bukan sekedar aksi jalanan ‘Show of Force’ saja tapi benar benar memperjuangkan kepentingan rakyat.

    Inilah sebenarnya yang kita inginkan sebuah perjuangan yang penuh dengan sopan santun, meminimalisir cacian masyarakat. Jangan sampai kita menjadikan masyarakat sebagai rival perjuangan kita, karena sesungguhnya masyarakat adalah rekanan kita dalam perjuangan. Antara mahasiswa dan masyarakat ibarat dua sisi mata uang, dimana antara satu dengan yang lain tidak akan mungkin dapat terpisahkan. Kita sebagai seorang aktifis adalah sebuah pengejawantahan nyata dari masyarakat, dan masyarakat adalah obyek perjuangan dan penerapan disiplin ilmu yang kita terima pada tataran akademis.

    Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara aktifis pergerakan dengan para ‘aktifis Apatis’, yang acap kali enggan memperdulikan kelangsungan bangsa ini, ketika rekan rekan seusia kita tengah ramai ramai ‘berjingkrak jingkrak’ dipanggung pertunjukan musik, namun kita tidak akan kalah gagahnya berjingkrak di atas jalan raya, ditemani terik mentari, yang insya Allah akan menjadi saksi perjuangan kita. Dan yakinlah saudaraku.. bahwa apa yang kita lakukan untuk kemajuan bersama akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dimata Allah.

    Untuk itu saya menghimbau kepada rekan rekanku sesama aktifis.. ayo kita rapatkan barisan, kita galang kekuatan, kembali sucikan niat dalam perjuangan ini, sesungguhnya kita adalah elemen penting dalam peletakan batu bata peradaban bangsa ini.

    Ingatlah ketika Mahasiswa dalam mengusung Reformasi tahun 1998, mereka bisa bersatu, entah itu aktifis kiri maupun kanan. Lalu apa yang menyebabkan kita sekarang dalam agenda mengawal pelaksanaan reformasi enggan untuk bersatu…? Atau apakah perlu adanya reformasi jilid 2 yang kemudian dapat mempersatukan perjuangan kita kembali…?

    Perjuangan panjang kita bukan hanya identik dengan sebuah aksi demonstrasi saja yang kemudian menghasilkan orasi jalanan, namun sesungguhnya perjuangan kita lebih dari itu. Demonstrasi hanyalah satu cara dari sekian banyak cara yang ada untuk merealisasikan perjuangan ini. Mari kita renungi kembali syair perjuangan kita…!

    Kepada para Mahasiswa…!

    Yang merindukan kejayaan

    Kepada rakyat yang kebingungan…!

    Di persimpangan jalan

    Kepada pewaris peradaban…!

    Yang telah menggoreskan

    Sebuah catatan kebanggaan

    Di lembar sejarah manuia

    Wahai kalian yang rindu kemenangan…!

    Wahai kalian yang turun kejalan…!

    Demi mempersembahkan jiwa dan raga

    Untuk negeri tercinta

    Reformasi 3x sampai mati…!

    Ya.. begitu besar dan panjangnya perjuangan kita, sehingga menuntut sebuah kebulatan tekad dan kesungguhan didalamnya. Mahasiswa sejati adalah mereka yang senantiasa mendambakan akan lahirnya sebuah kejayaan, serta yang memperjuangkan sebuah kemenangan, mereka hadir pada masyarakat dengan membawa solusi terhadap segala permasalahan yang ada, dan bukan untuk menambah rentetan permasalahan.

    Para pembenci keadilan boleh saja mengatakan bahwa perjuangan kita sudah mati, namun ingatlah saudaraku, sesungguhnya semangat ini tidak akan pernah padam. Selama masih ada Batu bata, air yang mengalir, selama masih ada pohon yang melambai, angin yang berhembus, maka selama itulah semangat perjuangan ini akan tetap dikumandangkan.

    Mungkin semua unsur tadi (Batu bata, air, pohon,) kalau berdiri sendiri akan menjadi unsur yang tidak bernilai. Namun ingatlah, ketika semua unsure itu bersinergi menjadi satu maka akan menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh. Ya.. sebuah bangunan yang kokoh, itulah bangunan yang bernama Indonesia. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah siapakah arsitek yang akan mempersatukan semua unsure tadi…? Jawabannya ada pada benak kita semua..

    Sesungguhnya perjuangan ini tidak akan mampu untuk diusung oleh segelintir orang, apalagi oleh mereka yang seolah-olah berkerumun tidak beraturan. Ibarat buih di pantai, yang sekali di hempaskan oleh gelombang, akan hilang lenyap didalam pepasir. Jangan sampai pergerakan ini di bungkam…!

    Bangkitlah saudaraku.. satukan langkah, Teriakkan suara-suara keadilan, solidkan pergerakan untuk menuntaskan perubahan…!!!

  3. zahra berkata

    aslm…humas KAMMDA Kalbar ada link ke KAMMDA Kalteng gak? jzk infonya

  4. pendobrak!! berkata

    “Dari luar ruangan, sejumlah tokoh melihat pertemuan itu berlangsung dingin. Teh dalam cangkir berlogo Istana Presiden yang diangkut dari rumah Soeharto, tak disentuh. Hendarman – Jaksa Agung – kata sumber itu, lalu mengajukan konsep penyelesaian di luar pengadilan.
    Diantaranya, keluarga Soeharto harus membayar 4 trilyun kepada negara. Ini sepertiga dari tuntutan Pemerintah, yakni US $ 420 juta dan Rp 185 milyar plus ganti rugi immaterial Rp 10 trilyun atas Yayasan Supersemar. Mbak Tutut dan adik adiknya hanya terdiam mendengar angka yang diajukan Pemerintah“.

  5. badrus salam berkata

    ass. ana kagum dengan teman-2 yang selalu semangat dalam berjuang di jalan allah. tapi ana mau tanya bagaimana cara orang yang tidak mempunyai organisasi bisa berjuang sama seperti kalian?….tolong balas
    dan apa arti berjuang di jalan allah itu secara luas?….

  6. badrus salam berkata

    ass. ana kagum dengan teman-2 yang selalu semangat dalam berjuang di jalan allah. tapi ana mau tanya bagaimana cara orang yang tidak mempunyai organisasi bisa berjuang sama seperti kalian?….tolong balas
    dan apa arti berjuang di jalan allah secara luas?….

  7. comment ke 217 luar biasa spektakuler artikel anda sangat membantu saya sekali terima kasih

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah Komentar