Arsip untuk Mei, 2007

Lukisan nyawa

tranquility_by_closer_to_heaven.jpg

Jikapun sauh yang hendak kau tebar ke sebuah samudera tak bernyawa
Mampu menghilangkan ukiran-ukiran yang telah tergores di hati
Pastinya tetaplah kau tetapkan takdir yang telah Dia tuliskan sebagai teman perjalanan
Mendaki perjuangan yang entah kapan kau tembus temboknya…..

Walau terbasuhkan rasa jeri dengan sungai iman
Masih tak dapat kumengerti mengapa kita harus bertemu
Jika ternyata di jalan tempat bertemunya kita jualah
Yang ternyata juga harus memisahkan kita….

Tebarlah sauh
Tinggalkan aku di dermaga
Al-Aziz tlah tetapkan bahwa
Diseberang sana aku harus berada
Dan tulislah di bendera hati kita
Aku dan kamu bukanlah pilihan

Komentar (4)

Menarik Gamis Malaikat

Subuh menjelang lagi.Aku bangun dari kasur tipisku dengan mata yang masih menyipit.Pelan-pelan aku bangkit dan membangunkan adik semata wayangku,Angga yang tampak masih nyenyak berselimutkan sarung tipisnya yang sudah robek.
“Angga..bangun.”aku menepuk dengan lembut pipinya.Angga menggeliat untuk beberapa saat.
Setelah yakin dia akan bangun,aku bergegas menuju belakang rumah mengambil air wudhu.Udara dingin menusuk kulit.Sayup-sayup suara binatang-binatang pagi mulai datang dan lenyap silih berganti.Seperti biasa,aku menunaikan kewajibanku mengumandangkan Adzan di surau kampung kami.Angga membuntutiku dari belakang.Aku tahu dia masih mengantuk.
Beberapa orang sudah berkumpul menunggu waktu subuh tiba.Akupun mengumandangkan adzan mengajak orang-orang sekitar untuk segera bangun menunaikan kewajiban sholat. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)

MATA PENAMU…..*”Don’t be ‘out of order’…!”

Pernah dengar bait nasyid berikut ?

“Kami adalah mata pena yang tajam..
Yang siap menuliskan kebenaran…
Tanpa ragu ungkapkan keadilan…”

Hmm….terdengar idealis memang.

Berbicara masalah media, maka tak berlebihan jika saya membuka lembaran ini dengan sebuah lantunan bait diatas. Karena media berelasi sangat dekat dengan pena.
Bacaan. Tulisan. Baca entri selengkapnya »

Komentar (1)

SoheebQ ultah!

Umur ibarat sebatang PENSIL. Waktulah yang terus merautnya
Hingga pada akhirnya..HABISS!!

Ada yang cukup menyentak dari sebuah obrolan kecil dengan sahabatku,mai hani bani switi twiti ___MEGA___(Megaloman?) menjelang hari bersejarah dalam hidupnya.Sore itu dalam sebuah percakapan santai, aku mengingatkannya bahwa dalam hitungan hari, insya Allah ia akan memasuki usia ke 22-nya.

Dan sebuah kalimat meluncur dari bibirnya…

“22….aku udah ngapain aja, ya? udah jadi apa, ya?”

Hmm…pertanyaan yang sederhana namun mengandung beribu makna..

“Kuingat Engkau sedangkan alam begitu gelap gulita
Dan wajah zaman penuh debu kehitaman
Kusebut namaMu dengan lantang di saat fajar menjelang
Kala itu terdengar seruan..
Bahwa fajar kini merekah senyuman..”

(Dikutip dari best seller of La Tahzan)

Ada yang diusia remaja mampu menjadi seorang panglima perang, ada juga yang pada usia kanak-kanak sudah sukses menjadi hafidz qur’an..Ada pula mereka-mereka yang pada usia muda sudah mampu mengelola sebuah peradaban kecil bernama keluarga..

Beraneka ragam prestasi yang sanggup orang-orang hebat torehkan di usia mereka yang tergolong belia

Hmmm…

Lantas sekarang aku sudah jadi apa yaa?? :)

Komentar (5)

Membangun semangat juang , mulai dari sini!

ban1.jpg
Ada sesuatu yang menarik ketika sore yang dihiasi hujan yang cukup lebat itu ( tepatnya 21 mei 2007 kemarin ), fighter-fighter dari KAMMI segenap komsat ( Komisariat UNTAN, STAIN dan KOTA ) berkumpul dalam acara open house sekaligus tausiyah dari qiyadah tertinggi yang tak lain adalah Ketua KAMMI Daerah Kalimantan Barat akhina Abdul Azis.. kebetulan sore yang agak ‘gelap’ itu ( gelap karena cuaca ) merupakan sore bagi segenap PH Komsat dan KAMDA tuk bertemu skalian momen silaturahim. Maklumlah…..abis pindahan sekre ato base camp baru. Base camp yang lumayan ‘lega’ karena cukup luas dan lapang itu ternyata cukup memberikan ruh baru juga bagi para fighter ( baca : kader ). hehe..yah ‘pemandangan’ yang menyejukkan turut mempengaruhi suasana hati juga, ternyata.

Memang komunitas ini sungguh menyenangkan dan menenangkan. Kalo dulu awalnya aku sempet males ngeliat tampilan-tampilan mereka yang (mungkin) sangar…nah lho ternyata sekarang aku sudah menjadi dua tahun bagian dari mereka.

“Jadikan KAMMI Kalbar diperhitungkan..sinergiskan keinginan komsat dengan KAMDA, citrakan KAMMI sebagai organisasi Sospol, kuasai isu-isu politis di wilayah kampus dan kota…”

SubhanalLah..banyak sekali PR besar yang harus segera dilaksanakan segenap kader, yang berpedomankan Allah Ghoyatuna– Rasul qudwatuna–alquran dusturuna–jihad sabiluna dan almautu fi sabililLah asma amanina– ini.

Amanah besar juga menuntut ke-itqonan- yang balance.G lucu dunk, penampilan sholeh tapi ternyata g profesional?? (wah….jangan ada yg tersinggung)..disinilah peran penting sosok figur yang bisa memberikan pencerahan dan tauladan positif buat manusia-manusia lainnya…Ayo dong..pleeeaaase…datanglah engkau tauladan..kami sungguh merindukan orang-orang ‘berpenampilan perkasa nan menyejukkan” yang mampu berdakwah bil hal tanpa ngomong doank, wang,wang…sehingga segala gerak-geriknya memang pantas to dijadikan referensi bagi yang lain (terutama yang minim ilmu kayak saya…hehe)

Ternyata dakwah itu berat ketika banyak pengorbanan yang harus dipersembahkan.Mahar cinta hanyalah pengorbanan…so ngga mungkin kita mengaku bahwa kita muslim tanpa pembuktian dalam bentuk ‘lolos sertifikasi’ ujian versi Allah wa jalla. Bro, sist…syurga itu mahal !! mana ada sorga murah..duwh..kadang jadi malu sendiri ternyata hal-hal yang selama ini saya anggap sebagai “berkorban” ternyata belumlah apa-apa…

“Apakah manusia menyangka akan dibiarkan berkata kami beriman, padahal mereka belum diuji. Sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum kamu”. (Al-Ankabut :2)

Berkaca dari para Nabi, ternyata merekalah yang yang paling berat ujiannya! Bagaimana bisa demikian?karena semakin tinggi kadar keimanan seseorang, maka juga akan semakin beratlah badai ujian yang harus di hadapi…

RasululLah pernah ditanya, siapakah yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab,”Para Nabi dan mereka yang mengikuti jejak mereka..”

Nah…sekarang mari kita merenung-renungi diri kita. Kita hitung-hitung lagi kadar pengorbanan dan kesulitan hidup yang telah kita lewati… Itulah harga dari’keimanan’ kita..Dan itulah yang menunjukkan SIAPA kita..

Balik lagi ke amanah-amanah yang harus Fighter KAMMI pikul berdasarkan pesan dari Akh Azis diatas…maka ikhwah FilLah…ayo kita bangun semangat juang…mulai dari sini! dari sebuah rumah keluarga,base camp KAMDA Kalbar..Kita tunjukkan siapa kita sebenarnya di hadapan Allah…siap-siaplah berjuang…dan siap-siaplah banyak berkorban waktu,air mata dan darah…demi kejayaan Islam yang kita damba-dambakan…

( Karena ujian adalah penebus dosa..dan penyaring mutu kita dihadapan Allah Azza wa jalla..ia adalah syarat bagi datangnya kemenangan islam dan sebagai harga dari sebuah surga..)

Komentar (7)

April tak harus di benci

400628700_5c34db94d1_m.jpg
Bukanlah manusia namanya jika hidup tak dikelilingi masalah…..Apatah lagi jika ia ingin menjadi generasi unggulan..manusia-manusia pilihan…Penduduk-penduduk langit nan beriman…

Allahu akbar!

Tuk sementara waktu pada momen April di kala itu…mungkin tuk sejenak aku LUPA. Lumrah seorang manusia lupa…apalagi yang dhaif (lemah) seperti diri ini.
Lupa bahwa ujian adalah kenikmatan.Lupa bahwa masih ada Allah sebagai tempat mengadukan permasalahan…Dan tuk sejenak lupa…ternyata dibalik kepahitan….masih tersembunyi begitu banyak kenikmatan-kenikmatan (ehm..tersembunyi…ataukah bisa jadi…aku saja yang seolah ‘buta’ menutup mata hati untuk melihatnya…)

Kala itu..April aku benci…April tak ingin ku lewati lagi…
Tapi aku tersadar..masih akan ada April-April berikutnya yang harus aku temui…
Dan bukankah setelah ia, masih berbaris Mei-Juni-Juli dan bulan-bulan lainnya???

Duhai Allah..
Sejuknya aku rasakan
Disaat aku merasa sendirian
Kau kirimkan malaikat tuk mengantar bingkisan kebaikan
Sabar, sholat sebagai penawar hari-hari yang tadinya seolah terbuang
Tuk digantikan dengan harapan, kepercayaan, kepastian dan keyakinan
Ujian dan musibah adalah sedikit dari yang harus Engkau titipkan
Agar aku kelak sanggup menjadi manusia Rabbani pilihan…

April tak harus di benci…..

(April inside)

Komentar (1)