
April 2014
Bukan cuaca yang baik sebenarnya untuk menelusuri kota Khatulistiwa ini. Saat itu baru saja hujan lebat mengguyur habis kota Pontianak. Jalan-jalan raya yang lebar berubah warna sedikit menjadi gelap dan basah. Percikan-percikan air berlompatan seirama dengan ayunan langkah kakiku. Aku berdiri sendiri di sebuah tempat perhentian bus dengan menggulung celana bahanku yang berwarna gelap setengah betis. Aku mendongak ke langit. Matahari sudah mulai kembali membagikan sinarnya yang terasa hangat. Aku memandang ke seberang sana. Ke sebuah tugu yang sangat bersejarah bagiku. Tugu dengan 7 bambu runcing sebagai perwujudannya. Ah…….tepat 8 tahun aku meninggalkan kota yang pernah menemani hari-hariku bergelut di dunia dakwah. Aku duduk merenung..
Benarkah ya Allah? Benarkah aku harus menghadapi kenyataan yang tak pernah aku prediksikan jauh-jauh hari sebelum ini? Matahari kembali cerah.Tapi entah mengapa hatiku malah berubah warna. Meredup. Pikiranku melayang……. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Maret, 2007
“Kitapun Tak kan Sanggup Membayangkannya,Akhiy….” ( Untuk Sebuah Renungan )
Ashley..somebody help me!
“Hentikan, Larry! dia bisa mati..” aku buru-buru meraih seekor tupai tanah dari cengkraman tangan Larry.Larry berusaha mengelak sambil tertawa-tawa.Jaket tebalnya dijadikan tempat yang aman untuk menyembunyikan sang tupai yang meronta-ronta dengan ganas.Aku memelas.
“That’s fool! kau seperti Monty saja..”
Monty adalah adik dari Megan ,sahabatku, yang berusia delapan tahun dan senang melakukan hal-hal bodoh di depan orang-orang dewasa yang dikenal maupun yang tak dikenalnya.Seperti dugaanku,Larry tampak marah mendengar ocehanku barusan.
“Bisa kudengar sekali lagi? aku mirip siapa?”
“MONTY ! M-O-N-T-Y..” aku mengulang dengan yakin.
Aku berlari dengan suara tawa keras ketika Larry berusaha mengejarku dengan melemparkan sarung tangannya.Ini adalah kesempatan bagi si tupai untuk kabur.Tapi tampaknya Larry sudah tak begitu peduli dengan tupai malang itu.
“Sudahlah..ayo pulang..sudah hampir gelap.”
Aku menyerah dan mengangkat kedua tanganku tinggi-tinggi ke atas langit.Larry mencibir.Langit memang sudah tampak gelap.
Kamipun menyusuri Norwood street berbelok ke kiri melewati sebuah kantor pos tua.Konon,kantor pos itu angker.Begitulah kisah yang telah lama kudapatkan sejak aku kecil.So,dengan gedung yang suram, – karena sudah tidak digunakan lagi,tentu saja – ditambah lagi dengan rumput yang tinggi disekeliling halaman, kantor pos tua itu semakin meyakinkan orang-orang yang lewat,terutama bagi orang asing,bahwa memang ada ‘sesuatu’ dibalik bangunan tua tapi tetap berdiri kokoh itu.Ah..aku tersentak ketika Larry menepuk bahuku dengan tiba-tiba. Baca entri selengkapnya »
Konserto Dakwah .. renungan untukmu selebritis surga

Ketika hari ini……..
Kamu masih bisa menikmati sarapan dan makan siangmu
Kamu masih bisa menyapa tetangga kanan-kirimu
Bertemu dengan saudara-saudara seperjuanganmu di arena Dakwah
Menghadiri majelis-majelis dan menjalin silaturrahim
Menuntut ilmu dan memiliki pernak-pernik aksesoris duniawi
Menikmati sholat dan tilawah serta hapalan Qur’anmu
Ataupun berkumpul tuk bercerita dan tertawa
Hingga kembali lagi ke pembaringan tuk menerima jatah istirahat di malam harimu……
Ternyata…..
Masih sering terbetik su’udzon di hati terhadap saudara-saudaramu..
Masih menempel ketidak-tsiqohan pada qiyadahmu…
Dzalimnya kamu terhadap jundi-jundimu…….
Masih bertengger riya’yang memenuhi rongga hatimu….
Basah lisanmu dengan kesia-siaan kosakata yang menggelincirkan…
Keluhan-keluhan tak berarti acap kali kautembakkan tuk menutupi ketidakmampuanmu menjaga iltizam…
Pandangan mata yang kerap terhujam pada hal-hal yang membutakan bashiroh…
Inilah aku dan kamu….
Yang bersembunyi di balik kekerdilan hati dan diri….
Sementara itu..
Bocah-bocah kecil tak bersepatu di camp-camp pengungsian…….
Berlari,merunduk dan merayapi tanah-tanah yang terbelah……
Menghindari sniper-sniper yang menyulap tanah mereka menjadi panggung killing field..
Tiket kematianpun menjadi best seller menghiasi hari-hari yang berharga…
Besi putih pengganti kakipun menjadi harga tukar yang dipersembahkan oleh mereka yang memproyekkan “Islamic Cleansing”…
Wanita-wanita muda bercadar melolong menghadapi teror para makar
Pemuda-pemuda dengan Al-Quran ditangan yang berhadapan dengan moncong- moncong senapan dan anjing-anjing lapar milik para Yahudi…..
Maka….
Dimana posisi kami,ya Allah?
Dimana harga dari keberadaan ini di bumi-Mu?
Ku kira kutelah meraup kebajikan sebanyak-banyaknya..
Ku pikir kutelah mampu menutupi keburukan-keburukan dengan segenap amal saleh yang mewarnai hari-hari nan betah menjadi rutinitasku
Tanpa kusadar bahwa semuanya telah menguap hilang …….
di kotori ketidak ikhlasan dan kesombongan………
Ternyata…..
Sungguh tak terhitung hutang-hutangku pada saudara-saudaraku
yang belum terbayarkan…
Hutang hartaku..hutang jihadku..bahkan hutang do’aku!
Untuk mereka yang di Aceh,Moro,Palestina,
Irak,Kosovo,Checnya,Bosnia…..
Dan entah di bumi yang mana lagi,Ya Allah..
Sungguh menggunung PR-PR besar yang belum kuselesaikan….
Betapa tak sebanding yang telah Engkau rizkikan
Dengan secuil ikhtiar yang terkadang berat aku lakukan…….
Sementara di langit sana…
Malaikat-malaikat bersayap acap menunggu
Para selebritis syurga sang Al-akhfiya’……..
Tuk dapat di jemput oleh para penduduk langit
Menjadi selebritis Syurga……………………
Kekal abadi,bersama Rasulullah tercinta
Wajah Rasulullah………
Wajah yang paling dirindu dan dicinta…
Robbi…………
Entah apalagi yang bisa kupersembahkan dan kubuktikan….
Dikala ku berdiri merunduk diperhitungkan…
Di hari dibukanya hijab…
Sementara cahaya diri meredup dan gelap……
MMc—In the End of March 2006
(Ketika dunia tak lagi lebih mahal dari dien-Mu..)
Dosenku sayang,Dosenku malang!
![]()
Dosenku sayang,Dosenku malang!
“Belon sarapan neng?”tanya Pak Asep sambil sibuk membenahi mangkok- mangkok yang sudah bersih.Tiur menyeruput es jeruknya. Lucu juga mahasiswa semester 4 berperawakan kurus tapi manis ini.Pagi-pagi gini ngga punya henpon..eh.Bukan,bukan.Maksudnya,pagi-pagi gini minum es.Kayak anak TK aja,gitu lho.
“Bosen Pak….”jawabnya santai.Suasana kantin masih tidak begitu ramai.Hanya ada tiga-empat orang mahasiswa aja yang hilir mudik disekitar kantin.Itupun bukan buat belanja or jajan,cuma sekedar lewat aja,pada sibuk dengan urusan dan tujuan yang berbeda-beda.Ada yang melangkahkan kakinya menuju WC,ada yang mojok bedua (mungkin prasangka baiknya mereka lagi ngerjain PR bareng..) bahkan ada 2 orang anak cowok bertampang keren sedang meributkan uang logam seratusannya yang hilang.Maklumlah,BBM naik.Seberapapun recehan yang hilang,tentulah sangat berharga bagi yang empunya uang.
“Lha…bosen gimana?Apa menu di rumah itu-itu aja ampe bosen sarapan di rumah?”tanya Pak Asep sambil menyodorkan nasi goreng telor ceplok sambal ati ke Tiur.Nasi goreng ini memang terkenal seantero kampus.
“Enggak.Maksud saya,saya bosen harus menahan lapar terus tiap pagi. Abis emang jarang banget sih nyokap di rumah nyediain sarapan buat saya..”jawab Tiur.Harum nasi goreng Pak Asep memenuhi ruangan kantin.Tiur makan dengan lahap.Baru beberapa suap,tau-tau datanglah segerombolan mahasiswi lain.Kayaknya sih temen-temen Tiur juga.Ada 3 pasang kaki.Berarti mereka berjumlah 3 orang.
“Nah.Sudah kita duga Tiur pasti lagi makan di kantin..”seru seorang cewek bernama Rianti.Cewek berkacamata ini jangkung banget,dan bermata empat! Alias pake kacamata.
“Ada kabar burung nih…”salah seorang ikut nimbrung.Yang ini namanya Uwiek, si cantik buruk rupa.Kok bisa? Iya,cantik kalo lagi waras,tapi bisa jadi buruk rupa kalo udah mencak-mencak ngomongin gosip.Bibirnya itu lho,nyebelin.Monyong kiri dan mencong ke kanan.Jelek banget khan?! Astaghfirullah… nggak baik ngomongin bibir pagi-pagi.Tul nggak? Baca entri selengkapnya »
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
